Rabu, 18 Juni 2014

UAS Jurnalistik Online UBL. Abdul Majid 1171503277

UMUM

1a.
·         analisis content media online (pak pramegia)
·         30 second (pemilu)
·         15 second ( tema bebas )
·         15 second ( profil tokoh )
·         15 second ( chipfiesta )
·          5 menit ( profil caleg )
·         15 second ( profil caleg )

1b.
·         analisis content media online (pak pramegia) : individu
·         30 second (pemilu) : kelompok 3 orang
·         15 second ( tema bebas ) : kelompok 3 orang
·          15 second ( profil tokoh ) : kelompok 2 orang
·         15 second ( chipfiesta ) : individu
·         5 menit ( profil caleg ) : individu
·         15 second ( profil caleg ) : individu
1c.
·         30 second ( pemilu ) : kelompok 3 orang : Abdul Majid 1171503277 (editor) . Abdul Gofar (cameraman) 1171503863.  Tri Wibowo (share) 1171503137.
·         15 second ( tema bebas ) :  kelompok 3 orang : Abdul Majid 1171503277 (editor) . Abdul Gofar (cameraman) 1171503863.  Tri Wibowo (share) 1171503137.
·         15 second ( profil tokoh ) : kelompok 2 orang : Abdul Majid 1171503277 (cameraman) . Abdul Gofar (editor) 1171503863.

2.     iya, mengerjakan semua tugas.
2a. iya, tapi pada tugas yang 15 second (tema bebas) terjadi kesalahan pada saat mengupload video ternyata fomat youtube masih private kesalahan ini terjadi pada bagian share link  yang dilakukan tri wibowo.

TEORI

3). Reporting plan

1. TOPIC : Komunitas-komunitas Kampus Universitas Budi luhur
2. SOURCE CONTACTED :
·         pembina bidang kemahasiswaan ( Pak Farid )
·          Ketua komunitas terkait
·         dokumentasi Komunitas atau artikel.
3. NUTGRAF
     Kampus sejatinya adalah tempat pelajar untuk menuntut ilmu tapi dalam pekembangannya kampus pun menjadi sarana yang tidak hanya formal. banyak mahasiswa kreatif yang membentuk komunitas tertentu untuk menyalurkan hobi, bakat ataupun untuk menjalin pertemanan.
4.NARROW FOCUS
Universita Budi Luhur yang didirikan pada tangaal 1 April 1979 ini pada awalnya terkenal dengan mahasiswa ITnya. seiring perkembangan waktu selain menciptakan mahasiswa yang cerdas, Universitas Budi Luhur juga menciptakan mahasiswa yang kreatif maupun berbakat diluar pelajaran atau informal. hal ini terbukti dengan banyaknya komunitas-komunitas yang terbentuk di kampus Universitas Budi Luhur. komunitas-komunitas ini juga banyak yang telah mengaharumkan nama kampus dengan mengikuti sejumlah kejuaraan diluar kampus.
5. PEG
Univesitas atau kampus selain menjadi tempat untuk menuntut ilmu pandanga lainnya tentang kampus  yaitu tentang peredaran narkoba. tidak halnya dengan Universitas Budi Luhur yang kala itu sempat terkenal dengan image kampus narkoba tapi hal tersebut telah sirna setelah Universitas Budi Luhur mendapatkan penghargaan kampus bersih narkoba. hal lainnya yang mendorong penghargaan tersebut karena banyak prestasi yang yang mengaharumkan UBL lewat komunitas-komunitas yang ada di kampus universitas Budi Luhur.

6. BACKGROUND ISSUE
·         Komunitas - Komunitas di Universita Budi Luhur
·         Penghargaan apa yang telah didapat.
·         Tanggapan  tentang Narkoba.
7.POSSIBLE SOURCE
·         Rektor
·          Humas bidang kemahasiswaan
·         Ketua BNN
·         Dosen
·         Mahasiswa
8. POSSIBLE SCENE
·         Aktifitas Komunitas-Komunitas di Budi Luhur
·         Aktifitas Mahasiswa dalam belajar dalam kelas
·         penghargaan yang diraih, sertifikat dan piala
·         Latihan dan pertandingan
9. TOTAL RUNNING TIME : 60 minutes.
10. LOGISTIC
·         membawa carger batery kamera
·         microfon
·         treepot
·         kamera 2



PRAKTEK

4).
4a. tanggal 21 mei 2014 tepatnya hari rabu saya dengan 11 orang lainnya mulai melakukan survei ke kediaman para caleg dengan membawa surat untuk liputan. Perjalanan dimulai dengan berkumpul terlebih dahulu di kediaman nova kemudian berangkat pada pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB. perjalanan dimulai dengan tujuan caleg yang kediamannya jauh terlebih dahulu yaitu dapil 1 bertujuan agar tidak berputar2. Dan kemudian tiba lah di kediaman Bapak Johan Saragih caleg dari fraksi PDIP dapil 4 yang saya liput pada pukul 17.30. ketika disana ternyata dirumahnya hanya ada pembantunya saja karena Bapak Johan Saragih belum pulang dan kemudian saya menjelaskan kepada pembantunya mengenai peliputan dengan menyerahkan surat saya aga dikasihkan kepada bapaka johan saragih, tak lupa saya meminta nomer telfon dari pembantu tersebut untuk menanyakan kapan bapak johan saragih ada dirumah atau tidak sibuk? Setelah hampir satu hari kami bersama teman lainnya melakukan survei dan kemudian kami pulang ke kediaman masing-masing pada pukul 21.00.
      Pada tanggal 27 Mei 2014 tepatnya hari senin, saya menanyakan kepada pembantunya bapak johan saragih yaitu mba Novi “mba novi maaf mengganggu kira-kira kapan bapak johan saragih bisa saya wawancarai?” kemudian mba novi membalas “nanti malam mas kesini saja sudah saya bilangkan kepada bapak Johan” kemudian sehabis kuliah saya ditemani gofar langsung berangkat kediaman Bapak Johan Saragih. Sesampainya disana kami mulai mejelaskan dan langsung menanyakan atau mewawancarai seputar terpilihnya Bapak Johan Saragih menjadi anggota dewan. Setelah perbincangan selesai kemudian saya membuat janji untuk besoknya melakukan peliputan tentang proyek pelebaran saluran yang telah ia kerjakan. Pada tanggal 28 Mei 2014 hari selasa saya langsung menuju ke kediaman pak Johan Saragih jam 10.00 WIB, sesampainya disana saya langsung meliput pak Johan Saragih yang sedang ngumpul asik bersama warganya disebuah kedai kopi. Setengah jam berlangsung kemudian saya dan gofar diajak untuk melihat proyek pelebaran saluran air bersama Pak Johan Saragih. Sesampainya di sana saya mulai mengabil gamabar dan mualai menyakan tentang pekerjaan ini.
      Dan pada akhirnya liputan saya selesai pada hari selasa 27 Mei 2014 dan keesokan harinya saya mulai mengedit. Dalam peliputan ini saya menemui kendala yang serius baik dari pihak caleg maupun sistem dalam pengeditan.

4b. Narasi
Komisi pemilihan umum kota Tangerang telah menetapkan 50 anggota DPRD  salah satunya DRS. M Johan Saragih. yang bertempat tinggal di komplek alam indah kelurahan poris palawat indah cipondoh Tangerang Banten. 

Wawancara
Apa yang melatarbelakangi bapak Johan Saragih untuk menjadi calon legislatif?
yang melatarbelakangi saya menjadi caleg yaitu karena saya melihat masyarakat, yaitu yang paling konkrit masalah kesehatan, pokonya bagaimana masyarakat ketika sakit tidak takut lagi untuk berobat. kan ada program pemerintah yang mereka tidak tahu tapi saya tahu hal ini saya akan perjuangkan agar bisa masuk rumah sakit tanpa adanya kekhawatiran dalam pembayaran.
Apa program atau strategi Bapak Johan Saragih selama menjadi anggota DPRD kota Tangerang?
Straterginya itu ga macam-macam hanya kita turun ke bawah ke masyarakat, kita datang langsung ke masyarkat jadi kita tahu apa yang masyarakat inginkan.
Hal apa yang bapak Johan Saragih lakukan bila sudah di lantik nanti?
Pertama kali yang saya lakukan, sebenarnya itu anggota dewan fungsinya hanya memperjuangkan aspirasi masyarakat. selama kita jalan kebawah itu tidak menggunakan money politik, kita turun kebawah blusukan, keluhan masyaakat manapun kita jadi tahu. aspirasi mereka itu tidak macam-macam hanya dari saluran air, jalan rusak, kesehatan itulah yang harus saya lakukan karena saya sebagai wakil mereka yang sudah mereka percayai dan itu yang harus kita tepati, agar nanti kita dapat menjadi wakil rakyat yang amanah.

      Narasi
Kesederhanaan dan mudah bersosialisasi inilah yang mejadikan bapak tiga anak ini memperoleh suara yang maksimal. dari fraksi PDIP ia berhasil memperoleh  4000 suara di dapil IV


Voxpop warga
berikut adalah penjabaran warga tentang Johan Saragih: “sosok pak Johan Saragih cukup baik yaa, terutama di masyarakat sendiri, terutama di lingkungan masyarakat alam indah  dan juga dikampung yang terdekat pun sangat baik karena ia menjalani aspirasinya dengan sangat baik terutama saluran airnya kemudian juga sosialnya yang membantu yang sakit”
      Narasi
semoga setelahh dilantik nanti Johan Saragih dapat menjalankan amanah dari rakyat dengan baik

4c. 
                                 https://www.youtube.com/watch?v=PRYgEzd6BWg 

4d.
                               
                                  https://www.youtube.com/watch?v=5CG1DFuvBzQ

Kamis, 25 April 2013

PENGERTIAN KOMUNIKASI MASAA


PENGERTIAN KOMUNIKASI MASSA (MT KOMASSA)

Komunikasi massa berasal dari istilah bahasa Inggris, mass communication, sebagai kependekan dari mass media communication. Artinya, komunikasi yang menggunakan media massa atau komunikasi yang mass mediated. Istilah mass communication atau communications diartikan sebagai salurannya, yaitu media massa (mass media) sebagai kependekan dari media of mass communication. Massa mengandung pengertian orang banyak, mereka tidak harus berada di lokasi tertentu yang sama, mereka dapat tersebar atau terpencar di berbagai lokasi, yang dalam waktu yang sama atau hampir bersamaan dapat memperoleh pesan-pesan komunikasi yang sama[1]. Berlo (dalam Wiryanto, 2005) mengartikan massa sebagai meliputi semua orang yang menjadi sasaran alat-alat komunikasi massa atau orang-orang pada ujung lain dari saluran.
A. Unsur-Unsur Komunikasi Massa
Harold D. Lasswell (dalam Wiryanto, 2005) memformulasikan unsur-unsur komunikasi dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut ”Who Says What in Which Channelto Whom With What Effect?”
  1. Unsur who (sumber atau komunikator). Sumber utama dalam komunikasi massa adalah lembaga atau organisasi atau orang yang bekerja dengan fasilitas lembaga atau organisasi (institutionalized person). Yang dimaksud dimaksud dengan lembaga dalam hal ini adalah perusahaan surat kabar, stasiun radio, televisi, majalah, dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud institutionalized person adalah redaktur surat kabar (sebagai contoh). Melalui tajuk rencana menyatakan pendapatnya dengan fasilitas lembaga. Oleh karena itu, ia memiliki kelebihan dalam suara atau wibawa dibandingkan berbicara tanpa fasilitas lembaga.
Pers adalah suatu suatu lembaga sosial. Dalam UU RI no 40 tahun 1999 tentang pers, pasal 1 ayat (1) menyatakan: ”Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, megolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.” bentuk institusi media massa dipertegas lagi pada pasal 1 ayat (2) yang menyatakan: ” Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan atau menyalurkan informasi.”
McQuail (1987) menyebutkan ciri-ciri khusus institusi (lembaga) media massa sebagai berikut:
a. Memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan dalam wujud informasi, pandangan, dan budaya. Upaya tersebut merupakan respon terhadap kebutuhan sosial kolektif dan permintaan individu.
b. Menyediakan saluran untuk menghubungkan orang tertentu dengan orang lain: dari pengirim ke penerima, dari anggota audien ke anggota audien lainnya, dari seseorang ke masyarakat dan institusi masyarakat terkait. Semua itu bukan sekedar saluran fisik jaringan komunikasi, melainkan juga merupakan saluran tatacara dan pengetahuan yang menentukan siapakah sebenarnya yang patut atau berkemungkinan untuk mendengar sesuatu dan kepada siapa ia harus mendengarnya.
c. Media menyelenggarakan sebagian besar kegiatannya dalam lingkungan publik, dan merupakan institusi yang terbuka bagi semua orang untuk peran serta sebagai penerima (atau dalam kondisi tertentu sebagai pengirim). Institusi media juga mewakili kondisi publik, seperti yang tampak bilamana media massa menghadapi masalah yang berkaitan dengan pendapat publik (opini publik) dan ikut berperan membentuknya (bukan masalah pribadi, pandangan ahli, atau penilaian ilmiah).
d. Partisipasi anggota audien dalam institusi pada hakikatnya bersifat sukarela, tanpa adanya keharusan atau kewajiban sosial. Bahkan lebih bersifat suka rela daripada beberapa institusi lainnya, misalnya pendidikan, agama atau politik. Partisipasi anggota audien lebih mengacu pada mengisi waktu senggang dan santai, bukannya berkenaan dengan pekerjaan dan tugas. Hal tersebut dikaitkan juga dengan ketidakberdayaan formal institusi media: media tidak dapat mengandalkan otoritasnya sendiri dalam masyarakat, serta tidak mempunyai organisasi yang menghubungkan pemeran-serta ”lapisan atas” (produsen pesan) dan pemeran-serta ”lapisan bawah” (audien).
e. Industri media dikaitkan dengan industri dan pasar karena ketergantungannya pada imbalan kerja, teknologi, dan kebutuhan pembiayaan.
f. Meskipun institusi media itu sendiri tidak memiliki kekuasaan, namun institusi ini selalu berkaitan dengan kekuasaan negara karena adanya kesinambungan pemakaian media, mekanisme hukum, dan pandangan-pandangan menentukan yang berbeda antara negara yang satu dengan lainnya.
Komunikator dalam proses komunikasi massa selain merupakan sumber pesan, mereka juga berperan sebagai gate keeper (lihat McQuail, 1987; Nurudin, 2003). Yaitu berperan untuk menambah, mengurangi, menyederhanakan, mengemas agar semua informasi yang disebarkan lebih mudah dipahami oleh audien-nya[2]. Bitner (dalam Tubbs, 1996) menyatakan bahwa pelaksanaan peran gate keeper dipengaruhi oleh: ekonomi; pembatasan legal; batas waktu; etika pribadi dan profesionalitas; kompetisi diantara media; dan nilai berita.
  1. Unsur says what (pesan). Pesan-pesan komunikasi massa dapat diproduksi dalam jumlah yang sangat besar dan dapat menjangkau audien yang sangat banyak. Pesan-pesan itu berupa berita, pendapat, lagu, iklan, dan sebagainya. Charles Wright (1977) memberikan karakteristik pesan-pesan komunikasi massa sebagai berikut:
    1. publicly. Pesan-pesan komunikasi massa pada umumnya tidak ditujukan kepada orang perorang secara eksklusif, melainkan bersifat terbuka, untuk umum atau publik.
    2. rapid. Pesan-pesan komunikasi massa dirancang untuk mencapai audien yang luas dalam waktu yang singkat serta simultan.
    3. transient. Pesan-pesan komunikasi massa untuk memenuhi kebutuhan segera, dikonsumsi sekali pakai dan bukan untuk tujuan yang bersifat permanen. Pada umumnya, pesan-pesan komunikasi massa cenderung dirancang secara timely, supervisial, dan kadang-kadang bersifat sensasional.
  2. Unsur in which channel (saluran atau media). Unsur ini menyangkut semua peralatan yang digunakan untuk menyebarluaskan pesan-pesan komunikasi massa. Media yang mempunyai kemampuan tersebut adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, internet, dan sebagainya.
  3. Unsur to whom (penerima; khalayak; audien). Penerima pesan-pesan komunikasi massa biasa disebut audien atau khalayak. Orang yang membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi, browsing internet merupakan beberapa contoh dari audien.
Menurut Charles Wright (dalam Wiryanto, 2005), mass audien memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
    1. Large yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa berjumlah banyak, merupakan individu-individu yang tersebar dalam berbagai lokasi;
    2. Heterogen yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, beragam dalam hal pekerjaan, umur, jenis kelamin, agama, etnis, dan sebagainya;
    3. Anonim yaitu anggota-anggota dari mass audien umumnya tidak saling mengenal secara pribadi dengan komunikatornya.
  1. Unsur with what effect (dampak). Dampak dalam hal ini adalah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri audien sebagai akibat dari keterpaan pesan-pesan media. David Berlo (dalam Wiryanto, 2005) mengklasifikasikan dampak atau perubahan ini ke dalam tiga kategori, yaitu: perubahan dalam ranah pengetahuan; sikap; dan perilaku nyata. Perubahan ini biasanya berlangsung secara berurutan.
B. Ciri-ciri komunikasi massa
Sedangkan ciri-ciri komunikasi massa, menurut Elizabeth Noelle Neumann (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1994) adalah sebagai berikut:
1. Bersifat tidak langsung, artinya harus melalui media teknis;
2. Bersifat satu arah, artinya tidak ada interaksi antara peserta-peserta komunikasi;
3. Bersifat terbuka, artinya ditujukan pada publik yang tidak terbatas dan anonim;
4. Mempunyai publik yang secara tersebar.
Pesan-pesan media tidak dapat dilakukan secara langsung artinya jika kita berkomunikasi melalui surat kabar, maka komunike kita tadi harus diformat sebagai berita atau artikel, kemudian dicetak, didistribusikan, baru kemudian sampai ke audien. Antara kita dan audien tidak bisa berkomunikasi secara langsung, sebagaimana dalam komunikasi tatap muka. Istilah yang sering digunakan adalah interposed. Konsekuensinya adalah, karakteristik yang kedua, tidak terjadi interaksi antara komunikator dengan audien. Komunikasi berlangsung satu arah, dari komunikator ke audien, dan hubungan antara keduanya impersonal.
Karakteristik pokok ketiga adalah pesan-pesan komunikasi massa bersifat terbuka, artinya pesan-pesan dalam komunikasi massa bisa dan boleh dibaca, didengar, dan ditonton oleh semua orang. Karakteristik keempat adalah adanya intervensi pengaturan secara institusional antara si pengirim dengan si penerima. Dalam berkomunikasi melalui media massa, ada aturan, norma, dan nilai-nilai yang harus dipatuhi. Beberapa aturan perilaku normatif ada dalam kode etik, yang dibuat oleh organisasi-organisasi jurnalis atau media.
Dengan demikian, komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolit sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.
Daftar Pustaka:
McQuail, 1987, Teori Komunikasi Massa ed. 2, Jakarta: Erlangga
Nurudin, 2003, Komunikasi Massa, Malang: CESPUR.
Warsito, 2005, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Jalaluddin Rakhmat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Shoemaker & Reese, 1996, Mediating the Message: Theories of Influences on Mass Media Content, USA:Longman.


[1] McQuil (1987) dalam Teori Komunikasi Massa meyakini bahwa pengertian komunikasi massa terutama dipengaruhi oleh kemampuan media massa untuk membuat produksi massa dan untuk menjangkau khalayak dalam jumlah besar. Di samping itu, ada pula makna lain _yang dianggap makna asli_ dari kata massa, yaitu makna yang mengacu pada kolektivitas tanpa bentuk, yang komponen-komponennya sulit dibedakan satu sama. Kamus bahasa Inggris memberikan definisi massa sebagai suatu kumpulan orang banyak yang tidak mengenal keberadaan individualitas. Definisi ini ini hampir menyerupai pengertian massa yang digunakan oleh para ahli sosiologi, khususnya bila dipakai dalam kaitannya dengan audien media.
[2] Reese & Shoemaker (1996) dalam Mediating the Message: Theories of Influences on Mass Media Content, menyatakan bahwa terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi peran gate keeping dari institusi pers. Faktor-faktor itu adalah individual; rutinitas; organisasi; ekstra media; dan ideologi.


 http://adiprakosa.blogspot.com